Udin dan Mona
suatu hari berpetualang ke hutan cagar alam. Saking terpesona akan
keindahannya, mereka terus memasuki wilayah hutan semakin dalam.
"Keren banget ya Beb hutannya?"
"Iya Mas. Hutan ini masih perawan, belum pernah terjamah manusia kayaknya."
"Salut aku, teguh banget dia dalam menjaga keperawanannya..
"Tapi jangan terlalu milih2, ntar jadi perawan tua lu Tan!" Mona ngomong sama hutan.
Mereka terus menjelajah semakin jauh. Hingga tau-tau hari sudah sore. Dan mereka berniat pulang, tapi...
"Kita udah tersesat ini Beb..."
"Benar, Mas. Mampus deh! Sekarang kita berada di mana? Ini hari apa aku udah ga tau.."
"Pasti papa mama udah gelisah mikirin kita..
"Mana hutannya gelap bgt, pasti di sini banyak harimaunya, hii.."Toloong.. Tolooong...!" Zuck teriak2 minta bantuan."Mas, biar ada yg dengar, gimana kalo kita teriaknya serempak..
"Mana hutannya gelap banget, pasti di sini banyak harimaunya, hii..
"Toloong.. Tolooong...!" Udin teriak2 minta bantuan.
"Mas, biar ada yang dengar, gimana kalo kita teriaknya serempak..
"Iya beb, kamu bener. Ayok teriak serempak..
Lalu keduanya teriak : "SEREMPAK! SEREMPAAAK! SEMPAAK!"
Sayangnya, hingga setengah jam ga ada tanda2 ada yang akan menolong mereka.
"Gimana ini Beb, aku takut.." Udin mulai cemas, berada di tengah hutan rimba cuma berdua begitu ga ada orang lain, kalo Mona memperkosanya siapa yang menolong.
"Tenang Mas. Kamu kan bawa peta?""Petanya ketinggalan di rumah Beb, huuhuu.." Udin udah nangis aja.
"Kamu gimana sih?! Kalo mau berpetualang barang2 kayak peta, kompas, itu ga boleh ketinggalan tauk! Koplok kok diawetin!"
"Maafin aku Beb, tadi berangkatnya buru2. Gimana kalo kita pulang aja dulu, ngambil petanya..
"Wah, tumben ide kamu bagus Mas!"
Kemudian mereka pulang mengambil peta yang ternyata ketinggalan di laci. Setelah itu kembali lagi ke hutan tempat mereka tersesat.
Akhirnya, berkat petunjuk peta tsb, mereka berhasil pulang ke rumah dengan selamat dan sentosa.
"Keren banget ya Beb hutannya?"
"Iya Mas. Hutan ini masih perawan, belum pernah terjamah manusia kayaknya."
"Salut aku, teguh banget dia dalam menjaga keperawanannya..
"Tapi jangan terlalu milih2, ntar jadi perawan tua lu Tan!" Mona ngomong sama hutan.
Mereka terus menjelajah semakin jauh. Hingga tau-tau hari sudah sore. Dan mereka berniat pulang, tapi...
"Kita udah tersesat ini Beb..."
"Benar, Mas. Mampus deh! Sekarang kita berada di mana? Ini hari apa aku udah ga tau.."
"Pasti papa mama udah gelisah mikirin kita..
"Mana hutannya gelap bgt, pasti di sini banyak harimaunya, hii.."Toloong.. Tolooong...!" Zuck teriak2 minta bantuan."Mas, biar ada yg dengar, gimana kalo kita teriaknya serempak..
"Mana hutannya gelap banget, pasti di sini banyak harimaunya, hii..
"Toloong.. Tolooong...!" Udin teriak2 minta bantuan.
"Mas, biar ada yang dengar, gimana kalo kita teriaknya serempak..
"Iya beb, kamu bener. Ayok teriak serempak..
Lalu keduanya teriak : "SEREMPAK! SEREMPAAAK! SEMPAAK!"
Sayangnya, hingga setengah jam ga ada tanda2 ada yang akan menolong mereka.
"Gimana ini Beb, aku takut.." Udin mulai cemas, berada di tengah hutan rimba cuma berdua begitu ga ada orang lain, kalo Mona memperkosanya siapa yang menolong.
"Tenang Mas. Kamu kan bawa peta?""Petanya ketinggalan di rumah Beb, huuhuu.." Udin udah nangis aja.
"Kamu gimana sih?! Kalo mau berpetualang barang2 kayak peta, kompas, itu ga boleh ketinggalan tauk! Koplok kok diawetin!"
"Maafin aku Beb, tadi berangkatnya buru2. Gimana kalo kita pulang aja dulu, ngambil petanya..
"Wah, tumben ide kamu bagus Mas!"
Kemudian mereka pulang mengambil peta yang ternyata ketinggalan di laci. Setelah itu kembali lagi ke hutan tempat mereka tersesat.
Akhirnya, berkat petunjuk peta tsb, mereka berhasil pulang ke rumah dengan selamat dan sentosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar